MAKALAH ETIKA DALAM KOMUNIKASI
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita perlu memperhatikan etika. Etika itu
sendiri tercermin pada diri setiap individu masing-masing yang dimana dibawakan
dalam dan dimana saja. Etika biasanya digunakan untuk memperoleh perhatian
lebih atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, namun tujuan dari etika
sendiri lebih menonjolkan karakter seseorang. Dengan seseorang memiliki etika
yang baik tentunya akan mendapatkan respon yang positif dari orang lain. Begitu
halya dalam berkomunikasi, etika diperlukan agar komunikasi lebih efektif.
Maksud disini ialah etika digunakan untuk menjalin hubungan yang lebih baik,
dimana komunikator dan komunikan dapat menghargai satu sama lain. Apabila
keduanya saling menghargai tentu stimuli yang disampaikan akan diterima sesuai
keinginan komunikator, maka komunikasi akan lebih efektif.
Ketika seseorang tidak mempunyai etika dalam berkomunikasi dengan lawan
bicaranya tent akan membuat komunikasi tidak berjalan sesuai keininan karena
kurangnya rasa ikatan didalam komunikasi tersebut, sehingga stimuli yang di
sampaikan tidah sampai komunikan kemudian dapat menyebabkan miss komunikasi.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian etika dan etiket?
2. Bagaimana sumber dan sanksi komunikasi?
3. Bagaimana penerapan etika dalam komunikasi?
4. Bagaimana penerapan komunikasi dalam budaya?
PEMBAHASAN
1. Pengertian Etika dan Etiket
Dari segi etimologi istilah etika berasal dari kata Latin ethicus yang berarti
kebiasaan. Sesustu yang di anggap etis atau baik, apabila sesuai dengan
kebiasaan masyrakat. Sehingga dapat pengertian lain tentang etika ialah sebagai
suatu studi atau ilmu yang membicarakan perbuatan atau tingkah laku manusia,
mana yang dinilai baik dan manapula yang di nilai buruk. Etika di bag menjadi 2
yaitu etika deskriptif dan etika normatif. Sedangkan Etiket berasal dari Bahasa
Perancis “etiquette” yang artinya adalah sopan santun. Terdapat beberapa
definisi dari kata etiket, seperti Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
etiket didefinisikan sebagai tata c
ara (adat, sopan santun, dan lain sebagainya dalam rangka memelihara hubungan
yang baik di antara sesama manusia dalam sebuah lingkungan masyarakat.
Frans Magnis Suseno (1982: 20-21) mengatakan :
“…….. etika dapat mengantar orang kepada kemampuan untuk bersikap kritis dan
rasional, untuk membentuk pendapatya sendiri dan bertindak sesuai dengn apa
yang dipertangung jawabkannya sendiri. Etika menyanggupkan orang untuk
menggambil sikap rasional terhaap semua norma, baik norma-norma tradisi maupun
norma-norma lain. Etika membantu manusia untuk otonom. Otonomi manusia tidak
terletak dalam kebebasan dari segala norma dan tidak sama dengan
kesewenang-wenangan, melainkan tercapai dalam kebebasan untuk mengakui
norma-norma yang diyakininya sendiri sebagai kewajibannya”.
2. Sumber dan Sanksi
Etika
Sumber etika sosial berasal dari masyarakat itu sendiri melalui keputusan
bersama dalam masyarakat, dan sumber hukum berasal dari pihak yang berwenang
seperti polisi dan hakim. Sumber nilainnya adalah dari norma sosial dan nilai
budaya yang berlaku. Wujud kongkridnya adalah seperangkat peraturan atau
ketentuan yang menetapkan tingkah laku yang baik dalam pergaulan, dalam
bermasyarakat atau dalam berhubungan dengan orang lain.
Dasar-dasar etika:
Sopan dan ramah kepada siapa sajaØ
Memberikan perhatian kepada orang
lain/tidak mementingkan diri sendiriØ
Menjaga perasaan orang lainØ
Ingin membantuØ
Memiliki rasa toleransiØ
Dapat menguasai diri, mengendalikan
emosi dalam setiap situasiØ
Kesalahan dalam etika
• Bahasa yang tidak pas
• Tidak menghargai waktu orang lain
• Penampilan yang tidak pas
• Tata cara bertelepon yang salah
• Kesalahan dalam menyapa
• Kurangnya keterampilan mendengar
• Tidak menghargai milik orang lain
• Mempermalukan orang lain
Sanksi Sosial :
Sanksi ini diberikan oleh masyarakat sendiri, tanpa melibatkan pihak berwenang.
Pelanggaran yang terkena sanksi sosial biasanya merupakan kejahatan kecil,
ataupun pelanggaran yang dapat dimaafkan. Dengan demikian hukuman yang diterima
akan ditentukan leh masyarakat, misalnya membayar ganti rugi dsb, pedoman yang
digunakan adalah etika setempat berdasarkan keputusan bersama.
Sanksi Hukum : Sanksi ini diberikan oleh pihak berwengan, dalam hal ini pihak
kepolisian dan hakim. Pelanggaran yang dilakukan tergolong pelanggaran berat
dan harus diganjar dengan hukuman pidana ataupun perdata. Pedomannya suatu
KUHP.
Misalnya, disebuah desa di Kabupaten Purwodadi Jawa Tengah masyarakat
menyepakati “aturan”, bilamana ada orang yang terbkti melakukan zina maka
dikenai sanksi adat, yaitu si pelaku laki-laki harus menyetor lima truk pasir
untuk pembangunan desa. Bila si pelaku tidak mengindahkan, maka tindakan lebih
tegas akan diserahakan kepada pihak yang berwajib.
3. Penerapan etika
dalam komunikasi
Dalam pergaulan dan
kehidupan bermasyarakat, antara etika dan komunikasi merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan. Dimanapun orang berkomunikasi, selalu memerlukan
pertimbangan etis, agar lawan bicara dapat menerima dengan baik. Berkomunikasi
tidak slamanya mudah apalagi, kalau tidak mengetahui jati diri (latar belakang
sosial budaya) mereka yang kita hadapi, tentu kita akan menebak-nebak dan
merancang persiapan komunikasi yang sesuai dengan lawan bicara kita. Setiap
kegiatan pasti ada etikanya apalagi dalam berkomunikasi, diantaranya yaitu:
1. Membuka pintu
komunikasi
Hubungan antar manusia didalam masyarakat dibina atas dasar hal-hal kecil yang
mengakrabkan persahabatan, yang terbit dari kata hati yang tulus dan ikhlas.
Janganlah menjadi orang angkuh yang suka jual mahal, selagi ada kesempatan
segera mendahului untuk membuka pintu komunikasi. Bagaimana caranya?
a. Lambaian tangan
b. Senyum yang tulus dan simpatik
c. Ucapkan kata sapaan
d. Cobalah mengajak berjabat tangan
e. Tanyakan keadaannya
f. Mintalah maaf dan permisi
g. Ucapkan kesan anda
h. Ucapkan terimakasih
2. Etika komunikasi
tatap muka
Beberapa hal yang perlu di perhatikan ketika kita berkomunikasi secara tatap
muka:
a. Waktu berbicara hendaklah kita tenang, sekali-kali boleh saja menegaskan
pembicaraan dengan gerak tangan secara halus dan sopan. Gerak tangan hendaklah
tidak terlalu banyak, dan jangan menggunakan telunjuk untuk menunjuk laan
bicara
b. Jangan kita bicarakan ssuatu yang ingi di lupakan orang lain
c. Janganlah mempergunjingkan orang lain
d. Jangan memborong seluruh pembicaraan
e. Hendaklah kita berdiam dan memperhatikan ketika orang tua sedang berbicara
f. Suara hendaklah di sesuikan, jangan terlalu keras
g. Kalau hendak batuk, bersin, atau menguap, hendaklah mulut di tutup dengan
tangan
h. Kalau pembicaraan selesai hendaklah mengucapkan terimakasih
3. Etika
berkomunikasi dengan media telepon
Menelepon pada hakikatnya sama dengan bertamu ke rumah orang lain, dan menerima
telepon sama dengan menerima tamu. Beberapa prinsip yang perlu di perhatikan
saat berkomunikasi dengan media telepon:
a. Apabila hendak menelepon hendaklah mempertimbangkan waktu yang tepat
b. Bicaralah dengan tenang jelas dan langsung kesasaran
c. Ketika sedang berbicara berilah perhatian penuh pada lawan bicara
d. Janganlah berbicara dengan orang lain yang brada di dekat kita
e. Siapkanlah kertas dan pensil untuk mencatat seperlunya
f. Pada akhir pembicaraan hendaklah mengucapkan terimakasih
g. Setelah mengakhiri pembicaraan janganlah membanting gagang telepon
4. Etika menyambut tamu
Ada berbagai cara unik yang di lakukan oleh masyarakat dalam menyambut tamu
antara lain:
a. Menjemput tamu di empat kedatangan
b. Menyediakan akomodasi dan transportasi
c. Berjabat tangan atau saling memeluk
d. Mengalungkan bunga kepada tamu
e. Mengadakan jamuan penghormatan disertai toast
f. Mengkomunikasikan dan mengkompromikan jadwal acara
5. Etika diruang tunggu umum
a. Harus antri memberi atau menerima sesuatu di depan loked
b. Jangan menerima telpon dengan suara keras
c. Jangan duduk berselanjar kaki di bangku panjang
d. Jangan membuang kertas sembarangan
e. Setiap orang di harapkan bersikap tidak saling mengganggu pandangan,pendenganran,
penciuman, dan lain-lain
f. Setiap orang diharap saling menjaga kenyamanan
g. Setiap orang diharap menjaga & memperhatikan kebersihan dari sampah,
punting rokok, sirkulasi udara yang bersih, aman
h. Jika sedang flu, batuk, dan pilek yang berlebiahan kalau bisa tidak meludah
dan membuang ingus secara demostratif dan bekas tisu di tempat sampah terbuka
di tempat umum
6. Etika Berkenalan
a. Sebut nama yang jelas
b. Bersikap penuh percaya diri
c. Jangan abaikan personal contact
d. Genggam tangannya secara mantap selama 3-4 detik saja
e. Pandang mata selaras denagan tujuan komunikasi
f. Tubuh sedikit kedepan
g. Senyum
h. Yang lebih muda diperkenalkan kepada yang lebih tua
i. Umumnya pria dikenalkan kepada wanita
j. Memberi sedikit informasi tentang orang yang diperkenalkan
k. Hindari perkenalan ditempat ramai
7. Etika dalam Percakapan
a. Topik (janagan menyiggung SARA), sebaiknya membicarakan berbagai hal atau
issue yang menarik kedua belah pihak
b. Buatlah percakapan yang menarik
c. Yang perlu dihindari dalam percakapan:
Memotong pembicaraan§
Memborong semua pembicaraan§
Membual tentang diri sendiri§
Membicarakan hal-hal yang membuat
pertentanagn§
Membicarakn soal penyakit atau kematian
secara bertele- tele§
Menanyakan harga barang yang dipakai
seseorang§
Menayakan hal-hal yang sifatnya sangat
pribadi§
Mempermalukan orang lain§
Memberi nasehat tanpa diminta§
Menanyakan usia seorang wanita§
Memaksa seorang pendiam atau pemalu
berbicara didepan umum§
Melarang orang lain ikut dalam
pembicaraan§
Berbisik-bisik§
Gossip§
8. Etika di Tempat Umum
a. Jika di tempat umum anda bertemu orang pentiang tapi tidak terlalu kenal,
cukup ucapkan salam tanpa harus selalu berjabat tangan
b. Jika naik tangga, pria berjalan dalam jarak dekat di belakang wanita
c. Jika turun tangga pria berjalan terlebih dahulu dan berada diposisi lebih
bawah dari wanita
d. Jika naik lift, hindari gaya saling serobot. Mereka yang keluar supaya
didahulukan
e. Di counter bank, check in di bandara, kantor pelayanan umum, dan lain-lain,
sebaiknya mengikuti antrean
f. Kaca mata gelap tidak dipakai ketika memasuki ruangan tertutup
9. Etika Merokok
a. Tidak merokok di sekitar tempat yang dilarang merokok
b. Jika perokok berat berada di satu ruang bersama banyak orang, hendaknya
bertenggang rasa
c. Jika berada di dalam kelompok orang, sebaiknya meminta izin untuk
diperbolehkan merokok
d. Di seputar meja maka, khususnya pada saat makan berlangsung, dilarang
merokok
e. Sebagai perokok aktif anda janagan tersinggung bila ada yang menyatakan
keberatan dan tergaggu denagan asap rokok
f. Prinsipnya, kita janagan merokok di dekat banyak orang, apalagi saat
berdesakan karena selain menggagu juga berbahaya
g. Janganlah merokok ditempat tertutup seperti lift, bagian tertentu pesawat
terbang, bus, ruang tuggu praktik dokter, dan tempat-tempat bertanda dilarang
merokok
10. Etika Pertukaran Kartu Nama
a. Biasanya dilakukan pada awal pertemuan
b. Serahkan kartu nama dengan satu tangan
c. Jika kartu nama dicetak dengan dua bahasa, letakkan sisi dengan bahasa yang
dimengerti oleh penerima menghadap penerima
d. Saat menetima kartu nama, baca sesaat dan ucapkan terimakasih, kemudian
simpan dalam saku jas atau tas denagn cara yang simpatik
e. Memperlakukan kartu nama dengan sembarangan dapat diartikan sebagai suatu
penghinaan
4. Penerapan Etika
dalam Budaya
Pada dasarnya
komunikasi sosial budaya dapat berlangsung secara langsung (tatap muka), maupun
dengan media telepon. Secara tertulis misalnya dengan mempergunakan surat. Baik
komunikasi langsung maupun tidk langsung, norma etika perlu diperhatikan.
Komunikasi sosial budaya merupakan proses komunikasi antara orang-orang yang
berbeda latr belakang sosial budaya. Untuk menjaga agar proses komunikasi
tersebut berjalan baik, agar tujuan komunikasi dapat tercapai tanpa menimbulkan
kerenggangan hubnagn antar manusia, maka diperlukan etika komunikasi. Cara
paling mudh menerapkan etika komunikasi sosial budaya ialah, pihak-pihak yang
terlibat dalam proses komunikasi, bahkan kita semuanya sebagai anggota
masyarakat, perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :
a. Nilai-nilai dan
norma-norma sosial budaya setempat
b. Segala aturan, ketentuan, tata-tertib yang sudah disepakati
c. Adat-istiadat, kebiasaan yang dijaga kelestariannya
d. Norma kesusilaan dan budi pekerti
e. Norma sopan santun dalam segala tindakan
KESIMPULAN
Sumber etika sosial berasal dari masyarakat itu sendiri melalui keputusan
bersama dalam masyarakat, dan sumber hukum berasal dari pihak yang berwenang
seperti polisi dan hakim. Sumber nilainnya adalah dari norma sosial dan nilai
budaya yang berlaku.
Sanksi Sosial : Sanksi ini diberikan oleh masyarakat sendiri, tanpa melibatkan
pihak berwenang. Pelanggaran yang terkena sanksi sosial biasanya merupakan
kejahatan kecil, ataupun pelanggaran yang dapat dimaafkan. Dengan demikian
hukuman yang diterima akan ditentukan oleh masyarakat. Sanksi Hukum : Sanksi
ini diberikan oleh pihak berwengan, dalam hal ini pihak kepolisian dan hakim.
Pelanggaran yang dilakukan tergolong pelanggaran berat dan harus diganjar
dengan hukuman pidana ataupun perdata. Pedomannya suatu KUHP.
Dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat, antara etika dan komunikasi
merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimanapun orang berkomunikasi,
selalu memerlukan pertimbangan etis, agar lawan bicara dapat menerima dengan
baik.
Komunikasi sosial budaya merupakan proses komunikasi antara orang-orang yang
berbeda latr belakang sosial budaya. Untuk menjaga agar proses komunikasi
tersebut berjalan baik, agar tujuan komunikasi dapat tercapai tanpa menimbulkan
kerenggangan hubnagn antar manusia, maka diperlukan etika komunikasi.
PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan
para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata
dan kalimat yang kurang jelas, dan dimengerti. Sekian penutup dari kami semoga
dapat diterima dihati dan kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aw Suranto.2010. Komunikasi Sosial Budaya.Yogyakarta: graha ilmu
West Richard, Turner Lynn H. 2012. Pngantar Teori Komunikasi Analisis Dan
Aplikasi. Jakarta: Salemba
Salam hormat........
Komentar
Posting Komentar